Rabu, 01 Oktober 2014

Iman Sebesar Biji Zarrah

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"

Keimanan manusia di "akhir zaman" ini, adalah Iman sepenggalan malam. Pagi dia ber-Iman, petang kuffur kembali. Penyebabnya akibat godaan iblis dan syaitan sudah terbiasa dilakukan, ajaran Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wasalam terbiasa ditinggalkan.

Akan tetapi setidaknya harus disadari, ini adalah ujian yang harus dihadapi Umat Islam. Dalam suatu Hadis menyebutkan :

Dari Tsauban Radiallahu Anhu, Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
"Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka"

Maka salah seorang sahabat bertanya :
"Apakah karena kami sedikit pada waktu itu?"

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wasallam menjawab :
"Bahkan kamu pada waktu itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah melemparkan ke dalam hati kamu penyakit wahn"

Seorang sahabat bertanya :
"Apa wahn itu ya Rasulullah?"

Rasulullah menjawab :
"Cinta dunia dan takut mati." (HR. Abu Daud).

Wallahu A'lam

Sabtu, 20 September 2014

Bersyukur Kepada Allah Yang Maha Mensyukuri

Rezeki yang didapat mungkin kita tidak lupa mengucap Hamdalah sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Namun terkadang rasa syukur itu hanya saat mendapatkan rezeki. Kita lupa bersyukur saat menghadapi situasi yang sulit dan sempit, namun masih bisa berzikir. 

Sadarkah kita saat kehilangan harta benda ataupun tahta (jabatan) untuk tetap mensyukuri lidah yang masih bisa menyebut nama Allah?
Bersyukur adalah salah satu Karunia-Nya dari 99 Karunia lain yang disebut dalam Al-Qur'an; Surah : Al-Baqarah; Ayat : 158, yang artinya:



"Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari Syi'ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-Umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui".

Beruntunglah kita yang termasuk hamba Allah yang masih diberi karunia rasa Syukur dalam situasi apapun. Insya Allah, kita dijadikan orang-orang yang selalu Mansyukuri Nikmat dan Karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin.

Kamis, 11 September 2014

Berapa Banyak Perbuatan Buruk Kita Hari Ini?

Kalau untuk menghitung keuntungan dari hasil kerja atau laba dari perniagaan yang kita peroleh, mungkin pikiran dan hati terfokus dan konsentrasi agar tidak salah perhitungan. Bahkan kita akan melakukan apa saja agar pekerjaan kita mendapatkan prestasi atau perniagaan semakin berkembang. Mungkin kita sangat fokus untuk mencari kesalahan pekerjaan atau kerugian perniagaan.

Pernahkah menanyakan pada diri kita sendiri berapa banyak perbuatan yang menyakiti orang lain ataupun merugikan orang lain? Artinya kita mendapatkan prestasi dengan jalan menyakiti atau mendapatkan keuntungan dengan merugikan orang lain.


Mungkin di akhir zaman ini, hal-hal yang menguntungkan diri sendiri dengan mengabaikan keadaan orang lain sudah terbiasa. Dan kepedulian terhadap orang lain disekitar kita, bukan hal yang penting lagi.

Inilah zaman yang mengabaikan Al-Qur'an, Surat : At-Taubah, Ayat : 24, yang artinya :"Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya".

Wajar saja Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wasallam memberi tauladan kepada kita untuk ber-Istighfar 100 kali perhari. Agar kita selalu Muhasabah diri dan di ampuni Allah Subhanahu Wa Ta'ala.